Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program

Info Heboh boh..

Monday, April 1, 2013

"Joker" Si Penembak Terancam Disuntik Mati

James
James "Joker" Holmes (Foto: Reuters)
Bagaimanapun keadilan harus ditegakkan di bumi,konon Pelaku penembakan massal di bioskop Colorado, Amerika Serikat (AS) Juli lalu, James “Joker” Holmes, terancam mendapat hukuman mati. Jaksa di persidangan menganggap Homes bersalah telah membantai 12 orang dalam peristiwa itu.

Saat itu para korban sedang menonton film Batman “The Dark Knight Rises”. Holmes melemparkan gas air mata ke dalam bioskop dan menembaki penonton yang keluar dalam keadaan panik.

“Saya merasa satu-satunya keadilan adalah dengan memberinya hukuman mati,” ujar Jaksa George Brauchler kepada hakim di persidangan, seperti dikutip Reuters,okezone Selasa (2/4/2013).

Selama ini pengacara Holmes berusaha melindungi kliennya dari tuntutan hukuman mati. Pemuda berumur 25 tahun itu sempat menawarkan akan mengaku bersalah asalkan dia hanya diberi hukuman seumur hidup.

Pengara Holmes juga berencana untuk menyatakan, Holmes memiliki kelainan jiwa. Dalam undang-undang di Negara Bagian Colorado, orang yang memiliki kelainan jiwa tidak dapat diberi hukuman mati.

Apabila Holmes nantinya benar-benar diganjar hukuman mati oleh hakim, maka dia akan dieksekusi dengan menggunakan suntikan mati. Metode tersebut merupakan satu-satunya cara eksekusi mati di Colorado.

Warga Korut Dipaksa Mengumpulkan Kotorannya Sendiri


Foto : Warga Korut (IST)
Foto : Warga Korut (IST)
Aneh tapi nyata ,kotoran manusia kini menjadi rebutan di  Korea Utara ,tentu jasa pembersih tinja bisa bangkrut karena semua warganya  justru berebut kotoran manusia untuk dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman pertanian,apakah ini  efisiensi ,atau kreatifitas yang kebablasan sehingga  menabrak sendi sendi sosial dan kesehatan,bagaimana anda setuju ? ingin menirunya? atau berpikir seribu kali? simak beritanya.
 Warga Korea Utara (Korut) selama ini ternyata dipaksa untuk membuat pupuk untuk pemerintah. Menurut sumber dari China, pupuk itu berasal dari kotoran warga yang dikumpulkan hingga mencapai ratusan kilogram.

"Pupuk merupakan suatu hal yang paling penting untuk manabur bibit di musim semi, namun Korut tidak pernah menggunakan pupuk kimia. Pemerintah Korut akhirnya meminta warganya untuk membuat pupuk hingga mencapai ratusan kilogram," ujar sumber yang tak mau disebut identitasnya, seperti dikutip Chosun Ilbo, okezoneSenin (1/4/2013).

Kewajiban untuk mengumpulkan feses itu ternyata menciptakan masalah lain yang menjijikkan di tataran warga negeri komunis Korea itu. Warga ternyata sering mencuri feses warga lainnya di toilet jongkok.

"Ada semacam kasus pencurian (feses) di toilet jongkok karena ini (kebijakan pengumpulan pupuk). Dan warga pun mulai menyiapkan gembok untuk mengunci kamar mandinya," papar sumber dari China itu.

Sejak 2007 silam, Korea Selatan (Korsel) memasok 300 ribu ton pupuk kimia ke Korut. Dan pada 2012 lalu, para petani Korut berhasil bercocok tanam dengan bantuan China. Meski demikian, bantuan dari Negeri Panda itu terus berkurang karena Korut mengabaikan peringatan China dalam uji coba nuklir.

Salah seorang pakar politik Korut di China berpendapat, negeri komunis itu tidak hanya memaksa warganya untuk mengumpulkan kotorannya sendiri. Mereka juga dipaksa untuk mengumpulkan besi tua

Batu Palsu Diubah Jadi Perangkat Mata-Mata Israel


Foto : Kapal Perang Rusia (IST)
Foto : Kapal Perang Rusia (IST)
Ada ada saja,konon Israel dikabarkan memanfaatkan batu palsu untuk memata-matai armada tempur Rusia di Pelabuhan Tartus, Suriah. Perangkat intai Negeri Yahudi itu ternyata ditemukan oleh nelayan.

Perangkat mata-mata itu dipasang oleh komando pasukan Israel, Flotilla 13 atau yang akrab disapa unit elit "Sheyetet 13." Pasukan-pasukan itu sudah sering mengunjungi pulau di Mediterania dengan menggunakan kapal selam nuklir Dolphin yang dibuat oleh Jerman.

Televisi nasional Suriah telah merilis foto-foto perangkat intai Israel. Menurut pemerintah di Damaskus, perangkat intai itu dimanfaatkan Israel untuk memotret aktivitas kapal Rusia dan mengirimkan foto itu ke Tel Aviv sebagai laporan intelijen.

Beberapa perangkat yang mereka gunakan adalah kamera, enam buah baterai dalam ukuran besar, kabel, perangkat transfer data. Israel juga menaruh batu buatan untuk menutupi perangkat intainya. Demikian, seperti diberitakan Arutz Sheva,okezone  Senin (1/4/2013).

Menurut laporan, perangkat intai itu ditempatkan di salah satu pulau yang tidak berpenghuni di Laut Mediterania. Pulau itu berseberangan dengan Kota Tartus yang tak lain adalah kota pelabuhan di Suriah. Seperti diketahui, terdapat pangkalan laut militer Rusia di kota tersebut.

Pejabat keamanan Suriah mengatakan, perangkat intai Israel dinilai cukup canggih. Pengoperasiannya pun rumit, dan bisa digunakan untuk melacak militer-militer Suriah.

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri Israel masih enggan berkomentar mengenai informasi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor menegaskan, Israel tidak akan ikut campur dalam konflik domestik di Suriah.

"Kami tidak akan terseret dalam perang saudara di Suriah. Tidak secara verbal atau propaganda, dan juga di medan perang," ujar Palmor.


Monday, March 25, 2013

Pria Ini Punya 4 Ginjal dan Tiga Pankreas


Foto: Orange
Foto: Orange
CARMARTHEN – Pria bernama Carl Jones memiliki empat buah ginjal dan tiga pankreas di dalam tubuhnya.

Ayah dari empat orang anak ini telah lama mengidap penyakit diabetes, sehingga ia harus menjalani transplatansi organ untuk mengganti organ-organ ditubuhnya yang sudah tidak berfungsi lagi.

Jones telah menjalani berbagai operasi transplatansi organ, tapi ia sempat mengalami kegagalan dalam operasinya.

Setelah kegagalan dalam proses opersinya, dokter bedah tudak mengambil organ yang gagagl tersebut, tapi dokter itu meninggalkan organ yang gagal dalam tubuhnya untuk memastikan organ itu dapat bekerja dengan baik dalam tubuhnya.

"Aku punya organ yang cukup untuk keluarga kecilku. Ini adalah hal yang gila,” kata Jones, seperti dikutip  Mirror dan okezone , Jumat (22/3/2013).

"Satu-satunya hal buruk yang terjadi adalah saya sulit menurunkan berat badan karena saya punya banyak organ di perutku," tambahnya.

Jones menderita diabetes tipe satu sejak usia muda. Dia melakukan transplatansi ginjal dan pankreas pertama pada 2004 silam. Empat tahun kemudian operasi itu harus diulang.

Namun, saat ini Jones membutuhkan pankreas baru karena pankreasnya yang sekarang tidak menghasilkan cukup insulin.

Kakek Jahil Hobi Kencingi Rumah Tetangga


Foto: Orange
Foto: Orange
Ini namanya Tua tua keladi  makin tua makin menjadi , maksudnya kejahilannua  yang menjadi... Seorang kakek di Kota Frankfurt, Jerman dipanggil ke pengadilan karena sering berbuat jahil pada tetangganya. Dia disebut suka mengencingi rumah para tetangganya dan segudang ulah jahil lainnya.

Kakek berumur 75 tahun itu dipanggil dengan nama Gunter D di lingkungan tempat tinggalnya. Warga sekitar pun menjulukinya sebagai tetangga terburuk di seantero Jerman.

Selain mengencingi rumah tetanganya, Gunter D juga suka berlari keliling kompleks dalam keadaan telanjang bulat. Dia juga acapkali mengeluarkan hinaan pada tetangga yang ia temui.

Salah satu korban Gunter D adalah Dagmar Schuck. Perempuan itu mengaku seringkali mendapat hinaan dari si kakek melalui telepon.

“Dalam satu bulan saja ia sempat menelepon saya selama 284 kali,” ujar Schuck, seperti dikutip Digital Spy dan okezone  Sabtu (23/3/2013).

Dalam pengadilan, Gunter D dituduh mengganggu ketertiban, merusak properti, dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Kakek itu sendiri menolak semua tuduhan yang diajukan pengadilan. “Saya tidak pernah melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada siapa pun,” ujarnya.

Pisau Bersarang Dipunggung Pria Ini Selama Tiga Tahun

Pisau yang tertanam di punggung McNelly (Foto: Mirror)
Pisau yang tertanam di punggung McNelly (Foto: Mirror)
OTTAWA – Selama tiga tahun pria asal Kanada, Billy McNeely tidak menyadari bahwa ada pisau bersarang dipunggungnya. McNeely mengaku dirinya sama sekali tidak mengetahui ada sebuah pisau menancap dipunggungnya.

Dia hanya merasakan gatal selama bertahun-tahun. Pisau sepanjang 7,6 cm ditemukan bersarang dipunggungnya setelah dia ditikam sebanyak lima kali saat berkelahi ketika masih dalam penjara.

"Saya pernah dipenjara. Para penjaga sering menggunakan tongkat detektor logam untuk memukul punggung saya,” kata McNeely, seperti dikutip dari Mirror dan okezone, Senin (25/3/2013).

Setelah 32 tahun ia menghirup udara bebas, McNeely sering merasakan gatal dipunggungnya, setelah menggaruknya kuku pria itu sempat tersangkut sesuatu.

Kekasih dari McNeely, Stephanie Sayine mengatakan bahwa dia melihat ada pisau yang mencuat dari punggung kekasihnya itu.

“Saya mengatakan kepada Billy ada pisau mencuat dari punggungnya. Hampir saja saya mengambilnya menggunakan pinset," ungkap Sayine.

Gara-Gara Payung, Pria Ini Diburu Polisi


Ilustrasi Helikopter Polisi (Foto: PerthNow)
Ilustrasi Helikopter Polisi (Foto: PerthNow)
Suatu pelajaran berharga  jangan memakai sembarang  payung  apa lagi jika modelnya mirip senjata,hanya bikin repot akhirnya seperti yang dialami  Michael Di Marzo tidak menyangka payung yang dibawanya dapat membuatnya berurusan dengan polisi. Dia bahkan diburu polisi dengan menggunakan helikopter.

Payung miliknya itu terlihat seperti sebuah senapan serbu di mata beberapa warga. Mereka lalu menduga Di Marzo mau melakukan aksi penembakan massal dan segera menghubungi polisi.

Pihak kepolisian di Kota Olympia, Amerika Serikat pun memulai perburuan untuk menemukan pria berusia 42 tahun itu. Petugas bahkan meminta sekolah yang ada di kota tersebut untuk menghentikan kegiatannya sampai polisi berhasil meringkus Marzo.

“Saya diikuti oleh sebuah helikopter ketika dalam perjalanan pulang ke rumah saya. Helikopter itu mengitari dan menyorot saya dengan lampu yang sangat terang,” ujar Di Marzo, seperti dikutip Digital Spy dan okezone, Senin (25/3/2013).

Tidak lama kemudian polisi mendatangi Di Marzo yang telah berada di rumahnya. Mereka menjelaskan ada yang melaporkan bahwa dia membawa senapan serbu dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialaminya.